Pengendalian persediaan bahan baku merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan meningkatkan efisiensi biaya operasional pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). UMKM Pentol Bakso Putri Yudi masih menerapkan sistem pengendalian persediaan secara konvensional berdasarkan pengalaman pemilik usaha sehingga belum menerapkan jumlah pemesanan yang ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengendalian persediaan bahan baku yang diterapkan, menghitung jumlah pemesanan optimal menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), serta membandingkan efisiensi biaya persediaan antara sistem aktual dan metode EOQ. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada UMKM Pentol Bakso Putri Yudi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta data pembelian dan penggunaan bahan baku daging sapi selama tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ yang meliputi perhitungan Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, frekuensi pemesanan, dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem aktual melakukan pembelian sebanyak 72 kali per tahun dengan jumlah 2.250 kg setiap pemesanan. Berdasarkan metode EOQ diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 14.993 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 11 kali per tahun, Safety Stock sebesar 311 kg, dan Reorder Point sebesar 1.661 kg. Penerapan metode EOQ mampu menurunkan Total Inventory Cost dari Rp52.939.219 menjadi Rp3.746.629 per tahun atau menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp49.192.590 (92,92%). Dengan demikian, metode EOQ terbukti lebih efektif dalam meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan bahan baku pada UMKM Pentol Bakso Putri Yudi.
Copyrights © 2026