Penelitian ini bertujuan mengukur tingkat efisiensi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) di Indonesia serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya, meliputi ukuran bank (size), diversifikasi aset, tingkat digitalisasi bank, dan Gross Domestic Product (GDP). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perbankan yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta data GDP dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama periode 2020–2025. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan melalui pendekatan two-stage. Pada tahap pertama, tingkat efisiensi bank diukur menggunakan Data Envelopment Analysis (DEA), sedangkan pada tahap kedua determinan efisiensi dianalisis menggunakan regresi Tobit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat digitalisasi bank berpengaruh positif terhadap efisiensi perbankan. Sebaliknya, ukuran bank, diversifikasi aset, dan GDP tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi selama periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi perbankan pada periode 2020–2025 lebih berkaitan dengan kemampuan bank mengadopsi dan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam aktivitas operasional dibandingkan dengan skala aset, diversifikasi aset, maupun perubahan kondisi makroekonomi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya transformasi digital sebagai bagian dari strategi peningkatan efisiensi, baik pada perbankan konvensional maupun syariah di Indonesia.
Copyrights © 2026