Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Flash Sale dan Fear of Missing Out (FOMO) terhadap Purchase Decision dengan mediasi Impulsive Buying serta pengaruh langsung Joy of Missing Out (JOMO) pada konsumen Hana Fashion di marketplace Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah konsumen Hana Fashion yang pernah melakukan pembelian produk. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Flash Sale berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying (T-statistik 5,418; P-value 0,000) dan Purchase Decision (T-statistik 4,785; P-value 0,000). FOMO juga berpengaruh signifikan terhadap Impulsive Buying (T-statistik 5,788; P-value 0,000), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Purchase Decision (T-statistik 0,921; P-value 0,357). Selain itu, Impulsive Buying berpengaruh signifikan terhadap Purchase Decision (T-statistik 2,960; P-value 0,003), sedangkan JOMO tidak berpengaruh signifikan terhadap Purchase Decision (T-statistik 0,289; P-value 0,773). Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa Impulsive Buying memediasi secara signifikan hubungan antara Flash Sale dan Purchase Decision (T-statistik 2,622; P-value 0,009), serta hubungan antara FOMO dan Purchase Decision (T-statistik 2,466; P-value 0,014). Penelitian ini menunjukkan bahwa Flash Sale dan FOMO berperan dalam meningkatkan Purchase Decision melalui Impulsive Buying, sedangkan JOMO tidak terbukti memengaruhi Purchase Decision pada konsumen Hana Fashion.
Copyrights © 2026