Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service)
Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026

Simulation-Based Education Of The "Can, Help, Refer" Card To Strengthen The Capacity Of Purwa Posyandu Cadres In Indramayu: Edukasi Berbasis Simulasi Kartu “Bisa, Bantu, Rujuk” Untuk Penguatan Kapasitas Kader Posyandu Purwa Di Indramayu

Santi Wahyuni (Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya)
Lisnawati Lisnawati (Unknown)
Samuel Samuel (Unknown)
Yanti Cahyati (Unknown)
Dita Eka Mardiani (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 Sep 2026

Abstract

Primary health care transformation requires Posyandu cadres to develop basic competencies across the life-course approach. This community service activity aimed to strengthen Purwa-level cadres through active case-based learning using the “Bisa, Bantu, Rujuk” simulation card media. A total of 118 cadres were organized into 12 groups in Indramayu Regency, West Java. The simulation used 10 community health scenarios, competency cards, action-role cards, and group answer sheets. Evaluation compared group responses with an official answer key and observed discussion. All groups (100%) correctly identified the target life-course cluster across the 10 scenarios. All groups agreed to refer an older adult with shortness of breath, while 75% selected referral for a postpartum woman with severe breast pain and low milk production. For an adult man with obesity and low physical activity, 11 groups (91.7%) selected BANTU although the answer key classified the action as BISA. The simulation facilitated competency identification, collective decision-making, and understanding of cadre role boundaries. Abstrak Transformasi pelayanan kesehatan primer menuntut kader Posyandu menguasai kompetensi dasar sesuai pendekatan siklus hidup. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas kader Posyandu tingkat Purwa melalui pembelajaran aktif berbasis kasus menggunakan media “Bisa, Bantu, Rujuk”. Sebanyak 118 kader dibagi dalam 12 kelompok di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Simulasi menggunakan 10 skenario kasus, kartu kompetensi, kartu peran tindakan, dan lembar jawaban kelompok. Evaluasi membandingkan jawaban kelompok dengan kunci jawaban resmi dan mengamati diskusi. Seluruh kelompok (100%) mampu mengidentifikasi klaster siklus hidup pada 10 kasus. Seluruh kelompok sepakat merujuk kasus lansia dengan sesak napas, sedangkan 75% menetapkan rujukan pada kasus ibu nifas dengan nyeri payudara berat dan ASI sedikit. Pada kasus bapak dengan obesitas dan aktivitas fisik rendah, 11 kelompok (91,7%) memilih BANTU, meskipun kunci jawaban menetapkan BISA. Simulasi kartu memfasilitasi identifikasi kompetensi, pengambilan keputusan kolektif, dan pemahaman batas kewenangan kader Kegiatan ini juga mendorong diskusi terarah dan latihan pengambilan keputusan yang aman sesuai peran kader di komunitas.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jpkk

Publisher

Subject

Dentistry Nursing Public Health Social Sciences Veterinary

Description

This journal focuses on epidemiology, environmental health, promoting health, reproductive health, occupational health and safety, health policy and administration, community nursing, community ...