ABSTRAK Ekosistem mangrove di Hutan Lindung Muara Sekampung mengalami degradasi akibat sedimentasi, perubahan hidrologi, dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi areal rehabilitasi potensial dan menganalisis kondisi biofisik calon lokasi rehabilitasi mangrove. Penelitian dilakukan menggunakan analisis NDVI, survei vegetasi dan fauna, analisis tanah dan air, serta pengukuran oseanografi. Hasil penelitian menunjukkan potensi rehabilitasi mangrove seluas ±474,47 ha yang didominasi vegetasi sangat rendah hingga tidak bervegetasi. Area penelitian difokuskan pada ±20 ha dengan nilai NDVI −1 hingga 0,25 dan substrat berlumpur yang masih dipengaruhi pasang surut. Vegetasi mangrove hidup dan regenerasi alami tidak ditemukan pada seluruh plot pengamatan. Kondisi tanah didominasi tekstur liat dengan salinitas 5,0–10,5 ppt dan kandungan Fe sangat tinggi. Kualitas air menunjukkan salinitas rendah dengan rata-rata 1,63 ppt dan pH netral hingga agak basa. Oseanografi menunjukkan tipe pasang surut harian tunggal (diurnal tide), kedalaman genangan 42–95,5 cm, dan kecepatan arus 0,18–0,53 m/s. Secara umum, kondisi biofisik masih mendukung rehabilitasi mangrove meskipun terdapat gangguan hidrologi dan sedimentasi. Kata kunci: rehabilitasi mangrove, kondisi biofisik, pesisir, degradasi ekosistem
Copyrights © 2026