Pemetaan partisipatif merupakan pendekatan yang efektif untuk pemetaan pada skala komunitas kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan area rawan banjir dan strategi mitigasi masyarakat setempat berdasarkan pengetahuan mereka. Metode Participatory Rural Appraisal (PRA) diaplikasikan yang meliputi pemetaan partisipatif, diskusi kelompok terfokus (FGD), wawancara mendalam, dan observasi lapangan. Temuan mengkonfirmasi bahwa pengetahuan lokal yang diperoleh dari pengalaman historis terkait banjir memungkinkan masyarakat untuk mengembangkan strategi seperti pembuatan tempat berlindung di setiap rumah dan penentuan titik kumpul sementara secara kolektif untuk evakuasi ketika kedalaman banjir melebihi 1 meter. Strategi ini diperlukan karena pemetaan partisipatif menunjukkan bahwa RT 04, 07, 06 mengalami riwayat berulang banjir dengan kedalaman sekitar 70–150 cm, yang mencakup 40% wilayah desa. Temuan lain berupa penyebab utama banjir adalah luapan Sungai Martapura dan pasang surut air laut. Integrasi peta bahaya partisipatif yang detail dengan adaptasi masyarakat dan pengetahuan lokal memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap upaya mitigasi.
Copyrights © 2026