Program Mahasiswa Berdampak dilaksanakan di Desa Aek Ngadol Nauli, Kabupaten Tapanuli Selatan, sebagai respons atas bencana hidrometeorologi 25 November 2025 yang berdampak pada aspek fisik, sosial, dan ekonomi masyarakat. Mitra sasaran utama adalah Kelompok Satahi II (pengelola Lubuk Larangan) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD). Kedua mitra mengalami kelumpuhan fungsi pascabencana, terutama dalam pengelolaan sumber daya dan kelembagaan sosial. Permasalahan utama meliputi hilangnya Lubuk Larangan akibat kerusakan ekosistem sungai serta melemahnya aturan kolektif (rules-in-use), partisipasi sosial, dan modal sosial masyarakat. Program ini bertujuan memulihkan fungsi kelembagaan lokal melalui revitalisasi Lubuk Larangan dan konsolidasi sosial berbasis modal sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui pendampingan, FGD, wawancara, observasi, dan pendekatan persuasif. Hasil menunjukkan bahwa Lubuk Larangan berhasil diaktifkan kembali secara simbolik dan sosial, LPMD kembali berfungsi sebagai penggerak kolektif, serta terjadi penguatan partisipasi masyarakat. Selain itu, kegiatan psikososial dan inovasi ketahanan dapur berbasis polybag memberikan kontribusi terhadap pemulihan sosial-ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa penguatan institusi lokal berbasis kearifan lokal merupakan strategi efektif dalam pemulihan pascabencana
Copyrights © 2026