Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi krisis Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam merespons dugaan kebocoran data Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan analisis isi kualitatif terhadap satu siaran pers resmi BKN dan pemberitaan dari tiga media nasional pada fase awal krisis. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan Situational Crisis Communication Theory (SCCT) dan Image Repair Theory (IRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa BKN membingkai insiden sebagai dugaan yang masih dalam proses investigasi, mengimbau pembaruan kata sandi, menegaskan keberlanjutan layanan manajemen ASN, serta menonjolkan koordinasi dengan lembaga terkait. Dalam perspektif SCCT, respons tersebut mencerminkan instructing information, adjusting information, diminish, dan bolstering, sedangkan dalam perspektif IRT menunjukkan reducing offensiveness dan corrective action. Integrasi kedua teori menunjukkan pola stabilisasi institusional dalam kondisi ketidakpastian atribusi, ketika organisasi berupaya menjaga kontinuitas layanan dan reputasi sementara status serta tanggung jawab krisis belum terkonfirmasi secara final. Temuan ini menegaskan fungsi komplementer SCCT dalam mendiagnosis atribusi krisis dan IRT dalam menjelaskan pengelolaan reputasi.
Copyrights © 2026