Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi mikroorganisme lokal (MOL) bonggol pisang, dosis biochar sekam padi, dan interaksi kedua faktor terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai (Glycine max (L.) Merr.). Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Samudra, Kota Langsa, Aceh, pada Agustus–Oktober 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah MOL bonggol pisang dengan konsentrasi 0, 300, 600, dan 900 mL/L, sedangkan faktor kedua adalah biochar sekam padi dengan dosis 0, 6, 12, dan 18 ton/ha. Hasil menunjukkan bahwa MOL berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 25, 35, dan 45 HST, diameter batang umur 25 dan 35 HST, jumlah cabang produktif, jumlah polong, bobot biji per tanaman, dan produksi per hektar, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 15 HST, diameter batang umur 15 dan 45 HST, serta bobot 100 biji. Perlakuan tanpa MOL (M0) menghasilkan rata-rata tinggi tanaman 80,59 cm pada 45 HST, 13,21 cabang produktif, 103,63 polong, bobot biji 76,81 g, dan produksi 6,39 ton/ha. Biochar dan interaksi MOL × biochar tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter yang diamati pada kondisi penelitian ini.
Copyrights © 2026