Tingginya turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi salah satu bentuk tantangan bagi perusahaan di industri kreatif, khususnya subsektor desain interior. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan turnover intention adalah praktik toxic leadership yang memiliki dampak negatif terhadap lingkungan kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara khusus bagaimana kepuasan kerja dan komunikasi dapat menjembatani (memediasi) untuk meminimalisir dari adanya dampak kepemimpinan beracun terhadap niat keluar. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif terhadap 97 orang karyawan Generasi Z yang bekerja di industri kreatif subsektor desain interior di Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa toxic leadership berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, komunikasi, dan turnover intention. Selain itu, kepuasan kerja dan komunikasi berpengaruh signifikan terhadap turnover intention serta terbukti memediasi pengaruh toxic leadership terhadap turnover intention. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur mengenai organisasi, khususnya dapat menjadi dasar untuk merumuskan strategi kepemimpinan hingga pengelolaan sumber daya manusia yang jauh lebih efektif. Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa setiap organisasi / perusahaan harus tetap meningkatkan adanya komunikasi kerja dua arah hingga gaya kepemimpinan, terutama terkait kejelasan arahan maupun briefing yang konsisten. Selain itu, perlu adanya upaya meningkatkan kepuasan kerja, terutama dalam hal hal-hal non-material seperti rasa diterima dan tempat kerja yang nyaman, dapat membantu mengurangi keinginan karyawan Generasi Z untuk meninggalkan pekerjaan.
Copyrights © 2026