Penelitian ini bertujuan menilai kinerja keuangan sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dalam rentang 2020–2024, dengan memanfaatkan metode EVA, MVA, dan FVA. Berbekal data sekunder dari laporan keuangan tahunan sembilan perusahaan yang diseleksi melalui purposive sampling, penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Untuk mengukur sejauh mana setiap perusahaan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, pasar, dan finansial, dilakukan analisis data berupa perhitungan EVA, MVA, dan FVA. Hasilnya memperlihatkan bahwa kinerja keuangan perusahaan-perusahaan tersebut cenderung tidak seragam. Hanya beberapa perusahaan yang mampu secara berkelanjutan menghasilkan nilai tambah ekonomi berdasarkan EVA, sementara perusahaan lainnya terus mencatatkan nilai EVA negatif selama periode waktu tertentu. Sebagian besar perusahaan mencatatkan nilai negatif berdasarkan MVA, yang berarti nilai pasar mereka belum melampaui investasi modal yang mereka keluarkan. Meskipun beberapa perusahaan masih mencatatkan nilai negatif pada awal periode penelitian, sebagian besar perusahaan mencatatkan nilai positif berdasarkan FVA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan EVA, MVA, dan FVA secara bersamaan memungkinkan evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap kinerja keuangan suatu perusahaan, karena masing-masing pendekatan tersebut menilai aspek yang berbeda dalam penciptaan nilai. Penelitian ini memberikan informasi yang bermanfaat bagi para investor untuk membantu pengambilan keputusan investasi, serta bagi manajemen perusahaan untuk menilai efektivitas penggunaan modal dan aset.
Copyrights © 2026