Salah satu tantangan dalam program tuberkulosis (TB) adalah putus berobat. Provinsi Jambi menunjukkan tren putus berobat yang meningkat di tahun 2021 dan 2022. Tingginya angka putus obat mengakibatkan tingginya kasus resistensi kuman terhadap obat anti-tuberkulosis (OAT). Akan tetapi, belum ada penelitian di Provinsi Jambi mengenai determinan putus berobat pasien TB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan putus berobat pada pasien TB di Provinsi Jambi tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain kohort retrospektif menggunakan data register TB.03 SO. Sampel merupakan pasien TB yang tercatat dalam formulir TB. 03 SO tahun 2023 di Provinsi Jambi yang berjumlah 5.654 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, serta multivariat menggunakan regresi Poisson dengan pendekatan Generalized Linear Model (GLM) untuk mengestimasi adjusted Relative Risk (aRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi pasien TB yang mengalami kejadian putus berobat yaitu 6,4%. Terdapat hubungan antara umur responden (p< 0,001, aRR=1,82; 95% CI= 1,36-2,42), riwayat pengobatan (p= 0,043, aRR=1,54; 95% CI= 1,01-2,33), dan jenis fasilitas kesehatan (p< 0,001, aRR=1,66; 95% CI= 1,30-2,11) terhadap kejadian putus berobat pada pasien TB di Provinsi Jambi tahun 2023. Sementara itu, jenis kelamin, status HIV, dan status DM tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Variabel dominan adalah kelompok umur > 58 tahun setelah dikontrol oleh variabel riwayat pengobatan dan jenis fasilitas kesehatan.
Copyrights © 2026