Penyalahgunaan narkotika masih menjadi masalah kesehatan yang serius, dengan angka drop out dan relapse pascarehabilitasi yang tinggi. Keberhasilan rehabilitasi tidak hanya ditentukan oleh fasilitas medis, tetapi juga oleh kondisi psikologis klien, terutama self-efficacy dan motivasi pulih. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat self-efficacy dan tingkat motivasi pulih pada klien penyalahguna narkotika yang menjalani rehabilitasi di BNNP DKI Jakarta. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 27 klien aktif yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner karakteristik responden, modifikasi Drug Avoidance Self-Efficacy Scale (DASES), dan modifikasi Stages of Change Readiness and Treatment Eagerness Scale (SOCRATES 8D), kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki self-efficacy tinggi (51,9%), sedangkan pada motivasi pulih, kategori tinggi mendominasi ketiga subskala, yaitu Recognition (74,1%), Ambivalence (70,4%), dan Taking Steps (88,9%). Tingginya Ambivalence perlu dimaknai sebagai keragu-raguan terhadap perubahan, bukan motivasi yang lebih baik. Hasil penelitian dapat menjadi data dasar bagi perawat dalam merancang asuhan keperawatan yang menguatkan self-efficacy dan mengeksplorasi ambivalensi klien selama proses rehabilitasi.
Copyrights © 2026