Hematoma subdural pada pasien geriatri dapat menimbulkan gangguan neurologis serius dan memerlukan penanganan segera, terutama apabila disertai efek massa. Burr-hole craniostomy dengan pemasangan drain merupakan salah satu metode evakuasi hematoma subdural yang efektif. Seorang perempuan berusia 67 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Royal Prima dengan keluhan nyeri kepala hebat selama tiga hari, muntah proyektil lebih dari lima kali, lemas, dan kelemahan ekstremitas kiri. Pasien tidak memiliki riwayat jatuh atau trauma kepala serta tidak menggunakan antiplatelet maupun antikoagulan. Pemeriksaan menunjukkan Glasgow Coma Scale 15, tekanan darah 145/75 mmHg, kekuatan motorik ekstremitas kiri 3/5, dan kanan 5/5. CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan hematoma subdural subakut berbentuk kresent pada regio fronto-temporo-parietal kanan, disertai efek massa, pergeseran garis tengah ke kiri, dan herniasi subfalksin. Pasien menjalani burr-hole craniostomy dengan dua burr hole dan pemasangan drain. Evakuasi cairan subdural merah gelap berlangsung tanpa komplikasi. Drain dilepas pada hari keempat. Saat pulang pada hari keenam, GCS tetap 15 dan kekuatan motorik kiri membaik menjadi 4/5. Kasus ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan terhadap hematoma subdural pada pasien geriatri dengan gejala neurologis progresif meskipun tanpa riwayat trauma.
Copyrights © 2026