Rasio PaO₂/FiO₂ (PF ratio) merupakan indikator gangguan oksigenasi pada pasien kritis dan dapat mencerminkan derajat gangguan pertukaran gas. Bukti mengenai PF ratio fase awal dan mortalitas ICU pada populasi ICU heterogen di Indonesia masih terbatas. Tujuan menganalisis risiko mortalitas ICU berdasarkan PF ratio <200 mmHg dalam 24 jam pertama perawatan pada pasien dewasa kritis. Metode kohort retrospektif menggunakan rekam medis pasien dewasa yang dirawat di ICU Rumah Sakit Siloam MRCCC Semanggi selama Januari–Desember 2025. Total sampling menghasilkan 121 pasien yang memenuhi kriteria. PF ratio dalam 24 jam pertama dihitung dari PaO₂/FiO₂ dan dikategorikan <200 atau ≥200 mmHg sebelum outcome ditentukan. Mortalitas selama perawatan ICU merupakan outcome. Analisis menggunakan Pearson chi-square dan Risk Ratio (RR) dengan 95% confidence interval (CI). Hasil sebanyak 62 pasien (51,2%) memiliki PF ratio <200 mmHg dan 76 pasien (62,8%) meninggal. Mortalitas mencapai 79,0% pada PF ratio <200 mmHg dibandingkan 45,8% pada ≥200 mmHg. PF ratio <200 mmHg berasosiasi dengan risiko mortalitas lebih tinggi (RR=1,73; 95% CI 1,27–2,35; p<0,001). Kesimpulan PF ratio <200 mmHg dalam 24 jam pertama berasosiasi dengan mortalitas ICU lebih tinggi dan berpotensi menjadi indikator stratifikasi risiko awal.
Copyrights © 2026