Lanjut usia berisiko tinggi mengalami penyakit tidak menular akibat perubahan fisiologis terkait usia yang memengaruhi metabolisme glukosa, lipid, dan purin. Perubahan pola makan selama Ramadan dan setelah Idulfitri berpotensi semakin memengaruhi status metabolik tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan edukasi mengenai pola makan sehat sekaligus menggambarkan perubahan kadar glukosa darah, kolesterol total, dan asam urat pada lansia selama Ramadan dan setelah Idulfitri di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan diikuti oleh 30 lansia di wilayah kerja Puskesmas Idi Rayeuk. Rangkaian kegiatan meliputi pengukuran awal menggunakan Point of Care Testing (POCT), edukasi kesehatan mengenai pola makan sehat dan pencegahan penyakit tidak menular, serta skrining ulang setelah Idulfitri. Data dianalisis secara deskriptif. Rata-rata glukosa darah meningkat dari 155 menjadi 172 mg/dL, kolesterol total dari 218 menjadi 240 mg/dL, dan asam urat dari 6,0 menjadi 6,7 mg/dL. Peningkatan kadar ditemukan pada 70,0% peserta (glukosa), 73,3% (kolesterol), dan 66,7% (asam urat). Sesi edukasi terlaksana dengan baik dan meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pola makan sehat serta pemeriksaan kesehatan rutin. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai upaya promotif dan preventif
Copyrights © 2026