Tradisi Air Patin pada masyarakat Muslim Sukamara merupakan praktik penyembuhan lokal yang menggunakan air, sisa tempayan leluhur, dan pembacaan shalawat sebagai media ikhtiar dalam menghadapi sakit, persalinan, serta kebutuhan keselamatan keluarga. Penelitian ini bertujuan menjelaskan Tradisi Air Patin sebagai tradisi diskursif Islam dengan menelaah bagaimana praktik lokal tersebut dijalankan, diberi artikulasi keislaman, dan dibatasi melalui prinsip tauhid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan praktisi Air Patin, tokoh agama lokal, tokoh Muhammadiyah, serta masyarakat yang menggunakan atau memberi penilaian terhadap tradisi tersebut. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif tradisi diskursif Islam Talal Asad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air Patin tidak hanya dipertahankan sebagai warisan leluhur, tetapi mengalami pemaknaan ulang melalui rujukan wahyu tentang air sebagai sumber kehidupan, shalawat sebagai jalan memperoleh rahmat, serta penegasan bahwa kesembuhan bersumber dari Allah. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan Air Patin sebagai praktik lokal yang tidak hanya diotorisasi dalam diskursus Islam, tetapi juga dihidupi sebagai bentuk living Islamic theology dalam pengalaman sakit, keselamatan, dan ketenangan keluarga masyarakat Muslim Sukamara.
Copyrights © 2026