Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi trauma healing bagi korban bencana alam di Indonesia melalui kajian sistematis literatur. Kajian ini menelaah lima penelitian terkait penerapan intervensi psikososial di berbagai konteks bencana, seperti banjir dan gempa bumi, dengan fokus pada anak-anak sebagai kelompok rentan. Hasil kajian menunjukkan bahwa play therapy (terapi bermain) merupakan pendekatan yang paling efektif dalam membantu anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, serta membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri. Selain itu, teori resiliensi menjadi dasar penting dalam proses pemulihan, menekankan pada dukungan sosial, nilai spiritual, dan penguatan kapasitas adaptif individu. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan tenaga ahli kesehatan mental, kurangnya standar intervensi yang baku, serta kurang terintegrasinya nilai budaya lokal dalam program pemulihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa trauma healing berperan signifikan dalam mempercepat pemulihan psikologis korban bencana dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Diperlukan model intervensi yang lebih kontekstual, holistik, dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan di lapangan serta memperkuat kesejahteraan mental masyarakat Indonesia yang rawan bencana.
Copyrights © 2025