Trauma keturunan atau intergenerational trauma merupakan bentuk transmisi dampak psikologis dari generasi sebelumnya kepada generasi berikutnya akibat pengalaman traumatis yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keluarga dalam memengaruhi dan memitigasi dampak trauma keturunan melalui pendekatan literature review dengan metode kualitatif deskriptif. Hasil kajian dari berbagai literatur lima tahun terakhir menunjukkan bahwa pola pengasuhan, komunikasi emosional, dan dukungan psikososial dalam keluarga menjadi faktor utama yang menentukan keberlanjutan atau pemutusan siklus trauma antar generasi. Keluarga dengan pola hubungan yang hangat dan terbuka mampu menurunkan risiko gangguan emosional pada anak, sedangkan keluarga yang disfungsional berpotensi memperkuat efek trauma. Intervensi berbasis keluarga, konseling psikologis, dan dukungan komunitas terbukti efektif dalam mengurangi dampak negatif trauma keturunan serta meningkatkan kesejahteraan psikologis anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara emosional.
Copyrights © 2025