Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Building Information Modeling (BIM) menggunakan tekla struktur pada struktur atas baja Proyek Peningkatan Material Recovery Facility (MRF) TPST Kota Balikpapan. Studi ini membandingkan volume pekerjaan dan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara metode konvensional berbasis Detail Engineering Design (DED) dengan pendekatan BIM, serta mengevaluasi perubahan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) periode 2023–2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif komparatif dengan studi kasus pada struktur baja MRF Gunung Bahagia, Balikpapan. Data sekunder berupa gambar DED, RAB konsultan, dan AHSP diolah dengan merekonstruksi model tiga dimensi (3D) seluruh elemen baja pada tekla struktur. Selanjutnya, ekstraksi volume (Quantity Take-Off) otomatis dibandingkan dengan perhitungan konvensional konsultan. Hasil penelitian menunjukkan volume pekerjaan konvensional konsultan sebesar 20.238,00 kg, sedangkan tekla struktur sebesar 19.291,17 kg (selisih 4,91%). Estimasi biaya konvensional mencapai Rp931.039.345,71, sementara Tekla Structures sebesar Rp887.875.120,88, memperlihatkan efisiensi biaya sebesar Rp43.164.224,83 (4,86%). Selain itu, nilai AHSP mengalami kenaikan dari Rp49.363,04 (2023) menjadi Rp367.280,84 (2025). Disimpulkan bahwa penerapan BIM 5D memberikan tingkat akurasi lebih tinggi dalam perhitungan volume dan biaya, serta mampu meminimalisir risiko overestimation.
Copyrights © 2026