ABSTRACT Excessive social media use can reduce the time available for learning and productive activities, particularly when social media is used during periods intended for academic activities or skill development. This study aimed to examine the effectiveness of positive punishment in reducing excessive social media use and increasing productive behavior. The study employed a Single Subject Research (SSR) design using an A-B-A′ model involving six subjects who used social media for five hours or more per day. The intervention was conducted for 21 days by providing a consequence in the form of reading and writing a review of two pages of a nonfiction book when social media use exceeded the predetermined limit. Data were collected through screen-time records and productive activity logs and were analyzed visually and descriptively across each phase. The results showed that five subjects experienced a reduction in social media use compared with baseline, while one subject showed inconsistent changes. All subjects demonstrated improvements in productive activities according to their respective targets. These findings indicate that positive punishment has potential as an alternative behavior-modification strategy, although individual responses varied and the sustainability of the changes requires further follow-up. ABSTRAK Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat mengurangi waktu untuk belajar dan aktivitas produktif, terutama ketika penggunaannya berlangsung selama waktu yang seharusnya digunakan untuk kegiatan akademik atau pengembangan keterampilan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas teknik positive punishment dalam menurunkan penggunaan media sosial berlebihan dan meningkatkan perilaku produktif. Penelitian menggunakan desain Single Subject Research (SSR) model A-B-A′ terhadap enam subjek yang memiliki penggunaan media sosial lima jam atau lebih per hari. Intervensi dilakukan selama 21 hari dengan memberikan konsekuensi berupa membaca dan membuat review dua halaman buku nonfiksi ketika penggunaan media sosial melampaui batas yang ditetapkan. Data dikumpulkan melalui screen time dan pencatatan aktivitas produktif, kemudian dianalisis secara visual dan deskriptif pada setiap fase. Hasil menunjukkan bahwa lima subjek mengalami penurunan durasi penggunaan media sosial dibandingkan baseline, sedangkan satu subjek menunjukkan perubahan yang tidak konsisten. Seluruh subjek menunjukkan perkembangan pada aktivitas produktif sesuai target masing-masing. Temuan menunjukkan bahwa positive punishment berpotensi menjadi alternatif modifikasi perilaku, meskipun respons individual berbeda dan keberlanjutan perubahan memerlukan pengamatan lebih lanjut dalam periode tindak lanjut penelitian berikutnya.
Copyrights © 2026