Artikel ini bertujuan menelisik rukiah syar’iyyah di pondok pesantren Nur Al-Amin Kabupaten Batang Hari dari aspek landasan rukiah syar’iyyah, pemahaman pelakunya dan dampak yang dihasilkannya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan para guru dan santri pondok pesantren, serta observasi dan dokumentasi data tersebut dianalisa dengan pendekatan Living Qur’an yang berparadigma fenomenologi untuk memahami makna dari rukiah tersebut. Bahwa rukiah syar’iyyah di Pondok pesantren Nur Al-Amin Kabupaten Batang Hari adalah sebuah Living Qur’an kemasyarakatan yang didasari oleh surah Al-Baqarah ayat 122, surah Al-Baqarah ayat 255 dan Surah At-Taubah ayat 14-15. Pembahasan penelitian ini fokusnya terkait dengan pemahaman santriwan-santriwati tentang rukiah syar’iyyah menggunakan ayat Al- Qur‟an dengan proses secara mandiri, Ditemukan juga bahwa rukiah syar’iyyah ini di pahami pelakunya sebagai benteng diri untuk melindungi santriwan-santriwati dari kejahatan makhluk gaib, rukiah syar’iyyah ini dapat diakui memberi dampak positif bagi para pelakunya.
Copyrights © 2021