Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kesalahpahaman masyarakat dalam memahami makna rezeki. Karena, pada zaman yang semakin modern ini, banyak sekali manusia yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan apa yang ia kehendaki. Pemahaman yang benar tentang rezeki akan memberikan dampak yang baik kepada pribadi maupun kepada masyarakat. Jika pemahaman mengenai rezeki itu buruk, maka akan menjadikan seseorang itu terjerumus kepada jurang materialisme atau segala sesuatu yang dapat diukur hanya dengan kasat mata. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode content analysis (analisis isi) sebagai perspektif keilmuan dasar terhadap keilmuan Tafsir. Tekhnik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengambilan data dari berbagai literature yang mendukung dengan menggunakan Tafsir Kemenag RI sebagai data primer. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa rezeki bukan hanya sesuau yang bisa diperoleh melalui usaha saja, tetapi rezeki merupakan sesuatu yang sudah Allah tetapkan kepada seluruh makhluk-Nya yang ada di muka bumi, sebagaimana firman Allah “Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuẓ)”.
Copyrights © 2021