Lanskap linguistik merupakan kajian yang menelaah praktik penggunaan bahasa melalui tanda-tanda kebahasaan di ruang publik yang dikelola oleh berbagai pihak. Keberadaan bahasa di ruang publik tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi medium penguatan identitas nasional, eksistensi bangsa dalam konteks global. Penelitian ini bertujuan mengkaji variasi bahasa serta fungsi lanskap linguistik di Museum Benteng Vredeburg dan Museum Sonobudoyo Yogyakarta. Urgensi kajian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan bahasa asing di ruang publik yang memerlukan pengendalian agar tetap sejalan dengan kebijakan kebahasaan nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rujukan kerangka teoretis Spolsky serta Landry dan Bourhis. Analisis difokuskan pada pemetaan variasi bahasa dan fungsi lanskap linguistik yang diwujudkan melalui papan informasi di kedua museum. Hasil penelitian menunjukkan adanya penggunaan bahasa monolingual, bilingual, dan multibahasa dengan fungsi informatif dan simbolik, meskipun konsistensi penerapannya masih perlu ditingkatkan agar penyajian informasi lebih tertata.
Copyrights © 2025