Penelitian ini mengkaji tentang multikultural dalam lirik lagu tradisional Madura melalui fitur lingual metafora dengan menggunakan perspektif Analisis Wacana Kritis. Fokus penelitian yakni pada analisis fitur lingual metafora dalam lirik lagu tradisional Madura sebagai representasi nilai-nilai multikultural. Pada lirik lagu tradisional Madura terdapat kebahasaan yang mengandung ideologi yang akan diurai dengan menggunakan paradigma wacana kritis yang terdapat tiga tahap analisis wacana kritis Fairclough, yaitu (1) tahap deskripsi, (2) tahap interpretasi dan (3) tahap eksplanasi. Paradigma wacana kritis teori Norman Fairclough melalui tiga tahapan yaitu kebahasaan, praktik kewacanaan, dan praktik sosiokultural. Temuan penelitian mengungkap bahwa nilai-nilai multikultural dalam lagu tradisional Madura disampaikan secara implisit melalui simbol-simbol budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat, bukan melalui penyampaian yang bersifat langsung atau normatif. Hal ini menunjukkan bahwa metafora berfungsi sebagai media pewarisan ideologi budaya dan kearifan lokal yang terus dipertahankan melalui tradisi lisan. Dengan demikian, lagu tradisional Madura tidak hanya berperan sebagai karya seni, tetapi juga sebagai sarana pendidikan budaya dan pembentukan karakter yang mendukung kehidupan masyarakat yang menghargai keberagaman.
Copyrights © 2026