Perkembangan AI generatif berbasis deep learning seperti ChatGPT telah membuka peluang baru dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama dalam menulis, membaca pemahaman, dan pengayaan kosakata. Namun, pemanfaatannya masih terbatas karena perbedaan persepsi guru terkait kesiapan, pemahaman teknologi, dan etika penggunaannya. Penelitian ini bertujuan mengungkap makna pengalaman guru Bahasa Indonesia dalam mengintegrasikan ChatGPT serta menemukan struktur kesadaran fenomenologis terhadap transformasi pedagogis di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi deskriptif dengan melibatkan sembilan guru Bahasa Indonesia di SMP Islam Daar El Arqam Mauk sebagai partisipan yang dipilih melalui teknik purposif. Data dikumpulkan melalui angket tertutup dan terbuka, observasi, serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan analisis tematik fenomenologis. Hasil menunjukkan persepsi guru tergolong positif (77,8%), dengan pandangan bahwa ChatGPT membantu efisiensi, kreativitas, dan variasi pembelajaran. Namun, tantangan muncul pada aspek literasi digital, pelatihan teknis, dan kebijakan etika. Secara fenomenologis, pengalaman guru mencerminkan tiga struktur makna utama, yaitu kesadaran pedagogis terhadap manfaat ChatGPT, kebutuhan dukungan kelembagaan, dan refleksi etis atas tanggung jawab akademik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan struktur kesadaran reflektif guru Bahasa Indonesia terhadap ChatGPT sebagai alat AI generatif berbasis deep learning yang belum banyak dikaji dalam konteks pendidikan bahasa nasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru bahasa Indonesia memandang integrasi ChatGPT secara positif sebagai inovasi pembelajaran, dengan tiga makna utama seperti kesadaran pedagogis, ketergantungan kelembagaan, dan refleksi etis terhadap tanggung jawab akademik.
Copyrights © 2025