Pembelajaran bahasa di lingkungan multikultural masih menghadapi tantangan dalam menghadirkan strategi yang mampu meningkatkan literasi dan motivasi belajar siswa secara bermakna, khususnya melalui pemanfaatan sastra anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pemanfaatan sastra anak pada Sanggar Belajar di Malaysia serta membandingkannya dengan praktik pembelajaran sastra anak berbahasa Melayu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sebelas artikel ilmiah, terdiri atas enam artikel pembelajaran Bahasa Indonesia di Malaysia dan lima artikel pembelajaran Bahasa Melayu. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan, seleksi, kategorisasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua konteks pembelajaran sama-sama memanfaatkan media visual, naratif, dan digital, seperti buku pop-up, gambar, video animasi, buku bergambar, puisi, dan konten YouTube, yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pemahaman bahasa, penguasaan kosakata, dan kreativitas anak. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa sastra anak dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran bahasa yang efektif dan adaptif, baik dalam pendidikan nonformal maupun formal, serta berpotensi menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran bahasa yang kontekstual dan berbasis budaya.
Copyrights © 2026