Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh tingkat kesempatan kerja dan upah terhadap urbanisasi di Indonesia periode 2014–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terus meningkatnya persentase penduduk perkotaan di Indonesia, dari 52,6 persen pada tahun 2014 menjadi 60,7 persen pada tahun 2025, yang diduga dipengaruhi oleh faktor penarik (pull factors) berupa kesempatan kerja dan tingkat upah di perkotaan. Penelitian ini menggunakan data panel dari 38 provinsi di Indonesia selama periode 2014–2025 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Variabel tingkat kesempatan kerja (TKK) diproksikan dengan persentase tenaga kerja formal, sedangkan variabel upah (UP) diproksikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dinamis (dynamic panel data regression) dengan pendekatan System Generalized Method of Moments (System GMM) Two-Step, mengingat urbanisasi tahun berjalan diduga dipengaruhi oleh urbanisasi tahun sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, tingkat kesempatan kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap urbanisasi, sedangkan upah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap urbanisasi. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap urbanisasi. Sebaliknya, koefisien lag urbanisasi (urbanisasi tahun sebelumnya) terbukti berpengaruh positif dan sangat signifikan, yang mengindikasikan bahwa urbanisasi di Indonesia bersifat sangat path-dependent dan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi urbanisasi periode sebelumnya dibandingkan oleh fluktuasi tahunan tingkat kesempatan kerja dan upah. Temuan ini mengonfirmasi relevansi pendekatan model dinamis dalam kajian urbanisasi serta mengindikasikan bahwa kebijakan pengendalian urbanisasi perlu bersifat struktural dan berjangka panjang, tidak hanya bertumpu pada instrumen upah minimum semata.
Copyrights © 2026