Stabilisasi tanah merupakan aspek krusial dalam pembangunan infrastruktur transportasi karena berpengaruh langsung terhadap kinerja dan umur layanan struktur. Artikel ini bertujuan untuk meninjau perkembangan material geoteknik yang digunakan dalam stabilisasi tanah, khususnya pada jalan raya, rel kereta api, dan fasilitas transportasi lainnya. Kajian ini membahas material geosintetik seperti geotekstil, geogrid, dan geocell, serta material ringan seperti EPS geofoam dan bahan aditif konvensional maupun inovatif. Perkembangan teknologi material geoteknik menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas dukung tanah, pengendalian deformasi, efisiensi konstruksi, serta aspek keberlanjutan lingkungan. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa integrasi material modern dengan metode stabilisasi konvensional mampu memberikan solusi yang lebih efektif dan ekonomis dalam menghadapi permasalahan tanah dasar pada infrastruktur transportasi.
Copyrights © 2026