Penyakit campak tetap menjadi masalah kesehatan meskipun telah tersedia vaksin efektif. Provinsi Bengkulu mencatat fluktuasi kasus campak dengan variasi spasial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian campak menggunakan regresi Poisson terkoreksi dan regresi binomial negatif terkoreksi pada data tahun 2018–2023. Hasil menunjukkan bahwa cakupan imunisasi, kepadatan penduduk, tingkat kemiskinan, akses fasilitas kesehatan, dan jarak ke fasilitas kesehatan berpengaruh signifikan terhadap kejadian campak. Analisis overdispersi menunjukkan regresi binomial negatif terkoreksi memberikan estimasi lebih akurat dibandingkan regresi Poisson terkoreksi. Temuan ini menjadi dasar strategi pengendalian campak yang mempertimbangkan aspek medis, sosial-ekonomi, dan geografis, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Copyrights © 2025