Abu terbang dari boiler circulating fluidized bed (CFBFA) semakin menonjol sebagai sumber bahan baku pengikat rendah karbon, seiring meningkatnya kebutuhan dekarbonisasi industri semen dan penanganan limbah padat pembangkit. Namun, pemanfaatan CFBFA berskala besar masih dibatasi oleh komposisi tidak stabil (mis. f-CaO dan SO₃), heterogenitas fase mineral, serta risiko ekspansi dan degradasi durabilitas bila desain sistem tidak mengendalikan pembentukan gypsum/ettringite dan evolusi pori. Review ini membangun sintesis komprehensif atas literatur terkini 2022–2026 dari korpus yang diekstrak (file DATA dan REF RS), memetakan: (i) karakteristik CFBFA (fasa, reaktivitas, morfologi, dan implikasinya pada kebutuhan air serta kompatibilitas admixture); (ii) rute pemanfaatan utama—semen campuran/low-clinker, binder multi-limbah (red mud–carbide slag–slag–gypsum), geopolimer (low-Ca vs high-Ca), aerated/autoclaved aerated concrete (AAC), serta produk bernilai tambah seperti ceramsite sinter/non-fired, filler berbusa, dan grout; (iii) mekanisme kinerja—transisi produk hidrasi (AFt, C-(A)-S-H, N-A-S-H), pemadatan mikrostruktur, serta kontrol porositas; (iv) durabilitas (sulfat, freeze–thaw, karbonasi) dan isu lingkungan (pelindian logam berat dan jejak lingkungan/LCA). Temuan kunci menunjukkan bahwa keberhasilan sistem CFBFA bergantung pada rekayasa kimia-kalsium-sulfat dan rekayasa pori (mis. foam/void management), serta sinergi ko-binder yang menyeimbangkan reaktivitas awal dan stabilitas jangka panjang. Review ini menutup dengan agenda riset untuk standardisasi, desain berbasis rasio unsur/gel, dan validasi jangka panjang di kondisi lapangan.
Copyrights © 2025