Permukiman kumuh merupakan persoalan kompleks yang umum dijumpai di wilayah perkotaan negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini ditandai oleh rendahnya kualitas hunian, keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar, dan lingkungan yang tidak sehat. Penelitian ini berfokus pada upaya revitalisasi kawasan permukiman kumuh di Dusun Barat, Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, melalui pendekatan arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat dan pemangku kepentingan lokal, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan terhadap aspek tapak, ruang, struktur, dan utilitas kawasan untuk merumuskan strategi penataan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan mampu menghadirkan solusi holistik yang tidak hanya memperbaiki kondisi fisik kawasan, tetapi juga meningkatkan kualitas lingkungan sosial dan ekonomi masyarakat. Desain revitalisasi dirancang dengan mempertimbangkan integrasi fungsi-fungsi komunal, ruang terbuka hijau, dan sirkulasi yang efisien, serta penggunaan material yang ramah lingkungan. Pendekatan ini mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 11), khususnya dalam menciptakan permukiman yang layak huni, inklusif, dan berketahanan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan kawasan serupa di daerah lain.
Copyrights © 2024