Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan budaya, agama, dan etnis yang sangat beragam. Salah satu sektor yang berkembang pesat adalah pariwisata, termasuk wisata religi yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di tengah kemajuan zaman, terjadi penurunan pemahaman keagamaan di kalangan generasi muda Muslim, yang tidak diimbangi dengan tersedianya fasilitas keagamaan yang memadai di beberapa wilayah. Islamic Center sebagai pusat kegiatan keislaman dapat menjadi solusi untuk memperkuat identitas dan pemahaman keagamaan umat Islam, khususnya di wilayah mayoritas Muslim seperti Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan Islamic Center dengan pendekatan Arsitektur Ekologi yang mampu mengakomodasi kegiatan keagamaan, sosial, pendidikan, dan budaya secara berkelanjutan serta selaras dengan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil perancangan menunjukkan bahwa kawasan Islamic Center dirancang dengan zonasi terpadu, pemanfaatan energi alami, pengelolaan air hujan, serta ruang terbuka hijau yang mendukung kegiatan spiritual dan sosial masyarakat. Pendekatan Arsitektur Ekologi diterapkan untuk menciptakan lingkungan binaan yang ramah lingkungan dan berakar pada nilai-nilai Islam serta kearifan lokal.
Copyrights © 2024