Penelitian ini membahas keterkaitan antara agama dan sistem feodalisme dalam membentuk serta mempertahankan struktur sosial masyarakat. Dalam konteks sejarah maupun sosial, agama sering berperan sebagai kekuatan ideologis yang melegitimasi hierarki sosial dan kekuasaan kaum bangsawan atau pemuka agama. Studi ini menyoroti bagaimana ajaran dan institusi keagamaan digunakan untuk memperkuat status quo, menciptakan ketaatan, serta membangun relasi patron-klien antara penguasa dan rakyat. Namun, agama juga berfungsi ambivalen: di satu sisi menjadi alat legitimasi kekuasaan feodal, di sisi lain dapat menjadi sumber kritik moral terhadap ketidakadilan dan ketimpangan sosial. Dengan pendekatan historis-sosiologis, penelitian ini menganalisis dinamika feodalisme beragama di berbagai konteks budaya dan keagamaan, serta implikasinya terhadap pembentukan kesadaran sosial, mobilitas kelas, dan perubahan struktur masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran agama dalam sistem feodal tidak bersifat statis, melainkan terus mengalami transformasi seiring perubahan politik, ekonomi, dan kesadaran kolektif umat
Copyrights © 2026