Kecamatan Sayung merupakan salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kecamatan Sayung memiliki karakteristik geografis dataran rendah dan berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Kawasan ini mengalami masalah lingkungan yang cukup kompleks, terutama akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan, aktivitas industri, serta perubahan penggunaan lahan yang masif. Dampak ekologis yang paling signifikan pada kawasan ini adalah fenomena penurunan muka tanah (land subsidence), yang dalam beberapa dekade terakhir kian meningkat intensitasnya. Penurunan ini diperparah oleh dinamika pasang surut air laut, sehingga memicu banjir rob yang dapat bersifat merusak. Kondisi tersebut telah menimbulkan berbagai dampak serius, khususnya dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan masyarakat setempat. Aktivitas harian warga terganggu, infrastruktur rusak, mobilitas terhambat, dan akses terhadap layanan pendidikan menurun drastis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak sosial, ekonomi, dan pendidikan dari penurunan muka tanah di Sayung serta menawarkan solusi alternatif berupa sistem pemanenan air hujan (rainwater harvesting system) sebagai upaya mitigasi berkelanjutan. Sistem ini diharapkan tidak hanya menyediakan sumber air bersih di tengah keterbatasan akses akibat rob, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemanenan air hujan memiliki potensi sebagai infrastruktur berkelanjutan yang relevan dan aplikatif dalam menghadapi kompleksitas permasalahan lingkungan di Kecamatan Sayung.
Copyrights © 2025