Diabetes tipe 2 adalah kondisi darurat yang ditandai meningkatnya kadar glukosa darah. Pencegahan diabetes tipe 2 diperkuat melalui pengaturan asupan. Tujuan penelitian ini mengembangkan teh herbal daun ekor kucing dan stevia untuk dikarakterisasi dan diuji efektivitas secara in vivo pada mencit. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan tahapan pembuatan teh fungsional, karakterisasi teh (fisik, kimia, organoleptik), dan in vivo dengan metode preventif pada mencit yang diinduksi aloksan untuk formula terbaik. Hasil penelitian menujukkan karakteristik warna tidak berpengaruh nyata (p>0,05). Total fenolik tertinggi ditemukan pada P4 sebesar 0,229 (mg GAE/g); total fenolik terendah ada pada P1 sebesar 0,109 (mg GAE/g). Formulasi antara daun ekor kucing dan stevia tidak menunjukkan perbedaan nyata (p>0,05) terhadap nilai pH. Pengujian organoleptik hedonik kisaran rata-rata nilai warna 3,64-3,84, nilai aroma 3,70-4,18, nilai rasa 3,56-3,82 dan nilai aftertaste 3,42-3,72. Hasil pengujian in vivo pada semua kelompok meningkat, namun belum mencapai batasan kadar gula darah >200 mg/dl. Acl-StevTea menunjukkan peningkatan kadar gula darah terendah 113 mg/dl dibandingkan perlakuan lain, seperti mencit yang diberi glibenklamid dengan kadar gula darah sekitar 127,67 mg/dl. Oleh karena itu, teh fungsional ini dapat digunakan mencegah kenaikan gula darah pada kasus diabetes.
Copyrights © 2025