Wisata religi merupakan bentuk perjalanan yang berorientasi pada nilai spiritual dan keagamaan, berbeda dengan pariwisata religi yang bersifat lebih terorganisasi dan melibatkan infrastruktur industri pariwisata secara formal. Kabupaten Demak sebagai Kota Wali memiliki potensi wisata religi yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Penelitian ini menganalisis dampak ekonomi wisata religi terhadap kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Demak, khususnya di kawasan Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data kunjungan wisatawan selama lima tahun terakhir (2018–2022) menunjukkan tren fluktuatif dengan puncak kunjungan sebesar 399.150 wisatawan domestik ke Masjid Agung Demak pada tahun 2022, menjadikannya destinasi wisata religi ketiga terbesar di Jawa Tengah. Dampak ekonomi yang teridentifikasi meliputi peningkatan pendapatan pelaku usaha hingga Rp500.000 per hari, terciptanya lapangan kerja baru di sektor transportasi, kuliner, dan cendera mata, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Demak. Penelitian ini juga mengidentifikasi faktor penghambat seperti keterbatasan infrastruktur dan promosi yang belum optimal, serta merumuskan strategi pengembangan yang mencakup peningkatan aksesibilitas melalui Jalan Tol Semarang-Demak, revitalisasi kawasan wisata, digitalisasi promosi, dan pengembangan fasilitas pendukung. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis terpadu antara kontribusi wisata religi terhadap PAD dan pertumbuhan ekonomi lokal Demak secara komprehensif, yang belum banyak dikaji pada studi sebelumnya.
Copyrights © 2026