Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa asesmen dalam pembelajaran matematika di SMK masih didominasi oleh tes tertulis yang belum sepenuhnya mencerminkan kemampuan nyata siswa dalam konteks kehidupan dan dunia kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana asesmen autentik diterapkan oleh guru, bentuk-bentuk yang digunakan, serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik mulai diterapkan dalam bentuk tugas proyek, penilaian berbasis produk, dan presentasi kelompok, namun penerapannya masih terkendala oleh keterbatasan waktu, kurangnya pelatihan, serta belum adanya dukungan sistematis dari sekolah. Meskipun begitu, asesmen autentik dinilai lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama, dan penerapan konsep matematika dalam konteks nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa asesmen autentik berperan penting dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna di SMK, dan perlu didorong penerapannya secara lebih luas dan terstruktur.
Copyrights © 2025