Keberhasilan belajar matematika tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konsep, tetapi juga memerlukan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient yang tinggi untuk mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient siswa yang belajar menggunakan berbantuan Gemini.AI. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis pendekatan quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Swasta Budi Satrya Medan dengan jumlah sampel sebanyak 70 siswa yang dibagi menjadi kelas kontrol dan kelas eksperimen, masing-masing berjumlah 35 siswa. Instrumen yang digunakan penelitian ini berupa instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan angket adversity quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Kemudian, data dianalisis menggunakan uji Independent Sample t-test yang menghasilkan nilai signifikansi pada kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,041 < 0,05 dan pada adversity quotient sebesar 0,001 < 0,05, artinya terdapat perbedaan peningkatan. Berdasarkan hasil uji N-Gain, rata-rata peningkatan kemampuan berpikir kreatif lebih tinggi pada kelas eksperimen yaitu 0,617, sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,504. Selanjutnya, rata-rata peningkatan N-Gain adversity quotient pada kelas eksperimen lebih tinggi yaitu 0,419 dan pada kelas kontrol sebesar 0,337. Dengan demikian, pembelajaran matematika berbantuan AI berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kreatif dan adversity quotient siswa.
Copyrights © 2025