Kota Ambon memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat kondisi topografi yang curam, curah hujan ekstrem, serta penggunaan lahan yang tidak sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko longsor secara spasial, mengkaji distribusi curah hujan ekstrem saat kejadian, serta mengevaluasi akurasi sistem prediksi peringatan dini berbasis dampak (IBFWS). Metode yang digunakan mencakup analisis spasial berbasis SIG dengan pendekatan overlay tiga komponen risiko (hazard, vulnerability, dan capacity), interpolasi IDW dari data curah hujan 24 jam (11 dan 30 Mei 2023), serta validasi spasial prediksi IBFWS terhadap kejadian longsor aktual. Hasil analisis menunjukkan bahwa 75,6% wilayah Kota Ambon berada dalam kategori risiko tinggi. Hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa kemiringan lereng adalah variabel paling signifikan terhadap bahaya longsor, dengan nilai koefisien determinasi R² = 90,6% dan galat baku S = 0,120. Validasi spasial menunjukkan tingkat akurasi IBFWS mencapai 94% pada 11 Mei dan 100% pada 30 Mei 2023. Hasil ini menunjukkan bahwa IBFWS efektif dan akurat dalam mendukung sistem peringatan dini serta pengurangan risiko bencana tanah longsor di Kota Ambon.
Copyrights © 2026