Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Di Indonesia, prevalensi stunting masih tergolong tinggi, terutama di daerah pedesaan. Salah satu penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan sayur dalam diet harian anak-anak. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan sebuah pengabdian kepada masyarakat dengan memperkenalkan produk inovatif berupa nuget sayur yang dirancang untuk meningkatkan konsumsi sayur pada anak. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko stunting dengan cara yang menyenangkan dan ramah anak, melalui pembuatan nuget sayur yang mudah diterima oleh anak-anak. Menggunakan metode pendekatan partispatif dengan melibatkan warga desa sebagai peserta. Program ini dibagi kedalam tiga kegiatan yaitu observasi, perencanaan dan aksi langsung berorientasi pemberdayaan masyarakat. Implementasi program dilakukan di Desa Sirimomungkur, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dengan trend positif terhadap konsumsi sayur pada anak-anak yang dilibatkan dalam program kegiatan tersebut. Program ini diharapkan menjadi rule model upaya penanganan permasalahan gizi kronis yang berakibat pada tingginya angka stunting pada anak-anak.
Copyrights © 2024