Keseriusan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kreatif membuat pelaku usaha semakin banyak, tidak terkecuali dalam usaha kriya. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri kriya yaitu Iyan handycraft. Banyaknya usaha handycraft saat ini menyebabkan tingginya tingkat persaingan dan menurunkan pendapatan perusahaan Iyan Handycraft. Turunnya pendapatan yang dialami oleh perusahaan ini juga karena promosi produk yang dilakukan hanya melalui Voice of Mouth (VOM )dan memberikan kartu nama pengelola sehingga berdampak tidak adanya perluasan pasar dalam melakukan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan strategi pemasaran terbaik yang bisa dilakukan oleh Iyan Handycraft agar mampu bersaing dengan usaha sejenis. Metode yang digunakan adalah Quantitative Startegic Planning Matrix (QSPM) dengan cara melakukan evaluasi pilihan alternatif dan memutuskan strategi yang terbaik. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa ada tujuh pilihan alternatif strategi dan prioritas strategi yang dapat diimplementasikan oleh Iyan Handycraft yaitu menambah dan memberikan pelatihan karyawan bagian pemasaran dengan total Total Attractiveness Scores (TAS) tertinggi yaitu diangka 4,715.
Copyrights © 2024