Perkembangan sistem pembayaran digital memberikan dorongan pada pelaku usaha mikro untuk bisa melakukan adaptasi dengan transaksi non-tunai, salah satunya melalui pemanfaatn QRIS. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran pada pedangan es teh di Kota Pekalongan dengan mengukur pemahaman pada pedagang, menilai frekuensi penggunaannya dalam transaksi keseharian, serta melakukan evaluasi pengaruhnya terhadap kelancaran transaksi dan kepuasan konsumen. Pendekatan yang dapat digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap lima pemilik usaha es teh yang telah memakai QRIS. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pedagang memiliki suatu pemahaman yang begitu baik mengenai QRIS, diperoleh dari aplikasi dompet digital maupun pihak perbankan. Frekuensi penggunaan QRIS dalam transaksi keseharian masih terdapat variasi, antara 4% hingga 30% dari total transaksi, diberikan pengaruh oleh lokasi usaha dan karakteristik konsumen, lebih khusus pada konsumen muda. QRIS sudah terbukti efektif dalam upaya mempelancar transaksi dan memberikan sebuah kenyamanan bagi konsumen karena proses pembayaran akan menjadi lebih cepat dan praktis. Manfaat utama bagi usaha mikro didalamnya meliputi peningkatan efisiensi transaksi dan citra usaha yang lebih modern. Namun, kendala seperti halnya biaya administrasi dan pencairan dana yang tidak selalu dapat instan masih dialami oleh sebagian pedagang. Penelitian ini memberikan suatu gambaran nyata tentang efektivitas, manfaat, dan tantangan penggunaan QRIS pada usaha mikro di Kota Pekalongan, serta dapat menjadi referensi bagi pengembangan kebijakan pembayaran digital kedepannya.
Copyrights © 2026