Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk kesehatan dan ekonomi. Desa Manjung di Kabupaten Boyolali, khususnya Dukuh Pundung RW 2 RT 6, memiliki potensi TOGA namun terbengkalai dan tidak dimanfaatkan. Tujuan program ini yaitu 1) menghidupkan kembali kegiatan di kawasan TOGA dengan mengajak responden RW 2 RT 6 dan membentuk kembali struktur kepengurusan pojok TOGA; 2) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam pemanfaatan tanaman TOGA di Dukuh Pundung Desa Manjung. Metode pelaksanaan program meliputi: sosialisasi dan pelatihan budidaya TOGA; pemberdayaan masyarakat; dan pendampingan dengan pengolahan, pengemasan, serta pemasaran produk TOGA. Sasaran program ini sebanyak 18 orang anggota PKK yang berdomisili di Dukuh Pundung. Pengukuran keberhasilan program dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman peserta sedangkan keterampilan sasaran dilakukan melalui penilaian unjuk kerja dan observasi. Hasil program ini menunjukkan bahwa: 1) kegiatan di kawasan TOGA kembali berjalan serta terbentuk struktur kepengurusan pojok TOGA di Dukuh Pundung; 2) terdapat peningkatan pemahaman responden, dengan 55,6% peserta mengalami peningkatan dalam kategori sedang hingga tinggi, sedangkan 44,4% peserta mengalami peningkatan rendah; 2) terdapat peningkatan keterampilan responden dalam mengolah tanaman toga.
Copyrights © 2024