Keterbatasan akses pendidikan formal menyebabkan sebagian anak imigran Indonesia di Malaysia belum memperoleh pembelajaran matematika secara optimal, sehingga kemampuan operasi hitung dasar masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi hitung dasar melalui pendampingan pembelajaran berbasis permainan di Sanggar Bimbingan At-Tanzil Hicom, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan dalam Program KKN-Dik Kemitraan Internasional dengan melibatkan 15 peserta didik berusia 8–12 tahun selama empat minggu. Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan melalui teka-teki matematika, adu kecepatan berhitung, serta permainan tradisional Engklek yang diintegrasikan dengan puzzle matematika. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta dalam penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian sesuai tingkat kemampuannya. Selain itu, motivasi belajar, keaktifan, keberanian bertanya, dan kepercayaan diri peserta juga meningkat selama proses pembelajaran. Program ini memberikan alternatif strategi pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk memperkuat kemampuan numerasi dasar sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan nonformal bagi anak-anak imigran Indonesia di Malaysia.
Copyrights © 2026