Pemberdayaan guru merupakan strategi kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan, namun implementasinya di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan fasilitas, dukungan struktural, dan pemahaman kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi elemen kunci pemberdayaan guru—meliputi pemberdayaan psikologis, dukungan struktural, dan otonomi pengajaran—serta pengaruhnya terhadap mutu sekolah melalui studi kepustakaan. Dengan metode analisis konten berbasis teori Rappaport (1981) dan Burns (1978), hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pemberdayaan psikologis meningkatkan motivasi dan efektivitas guru; (2) dukungan struktural memperluas partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, meski terhambat pendanaan; dan (3) otonomi pengajaran mendorong inovasi, tetapi terbatas oleh budaya kerja kurang kolaboratif. Temuan kunci menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berperan sebagai pendorong utama keberhasilan pemberdayaan guru. Implikasi penelitian ini merekomendasikan kebijakan fleksibel, pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah, dan alokasi pendanaan khusus untuk mendukung pemberdayaan guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025