Kehilangan gigi posterior yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan gangguan fungsi mastikasi, pergeseran gigi, dan ketidakseimbangan oklusi, terutama pada pasien dengan kondisi open bite anterior. Gigi tiruan jembatan (GTJ) berbahan Porcelain Fused to Metal (PFM) merupakan salah satu pilihan rehabilitasi prostodontik yang efektif dalam mengembalikan fungsi mastikasi dan estetika rongga mulut. Laporan kasus ini membahas penanganan seorang pasien wanita berusia 21 tahun dengan kondisi kehilangan gigi 46 disertai open bite anterior. Desain prostesis berupa fixed-fixed bridge dengan pontik hygiene dipilih untuk memastikan retensi dan kebersihan optimal. Perawatan dilakukan melalui beberapa tahapan mulai dari pemeriksaan klinis dan radiografis, edukasi pasien, preparasi gigi abutment, pembuatan temporary bridge crown, hingga pemasangan GTJ bahan PFM. Pemasangan GTJ PFM berhasil mengembalikan fungsi mastikasi dan oklusi tanpa menimbulkan keluhan pada pasien. Evaluasi pasca-insersi secara berkala menunjukkan adaptasi prostetik yang baik, tidak terdapat gangguan retensi, stabilisasi, oklusi, maupun kelainan jaringan periodontal. Gigi tiruan jembatan berbahan Porcelain Fused to Metal dengan desain yang tepat dan preparasi gigi abutment yang teliti mampu mengoptimalkan fungsi mastikasi dan oklusi pada kasus kehilangan gigi posterior. Perawatan prostodontik yang terstruktur dan kontrol berkala menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Copyrights © 2025