Pelayanan kefarmasian di Puskesmas merupakan bagian penting dari sistem kesehatan yang bertujuan untuk memastikan penggunaan obat yang tepat, aman, dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Selain aspek teknis, kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien serta menganalisis pengaruh pelayanan kefarmasian berbasis karakteristik Islami terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Mijen. Karakteristik Islami yang digunakan dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama, yaitu akhlaqiyyah (etika pelayanan), waqi’iyyah (kesesuaian dengan kebutuhan nyata pasien), dan insaniyyah (kepedulian kemanusiaan). Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi untuk mengukur kualitas pelayanan dan kepuasan pasien. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji ANOVA, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai kualitas pelayanan kefarmasian Islami berada pada kategori tinggi (82%), sedangkan tingkat kepuasan pasien juga mayoritas berada pada kategori tinggi (69%). Analisis regresi menunjukkan bahwa pelayanan kefarmasian Islami berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien dengan kontribusi sebesar 22,4% (p < 0,05). Kesimpulannya, pelayanan kefarmasian berbasis nilai Islami terbukti meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan pengaruh positif terhadap kepuasan pasien. Hal ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip-prinsip Islami dalam praktik kefarmasian di Puskesmas sebagai upaya peningkatan mutu layanan kesehatan.
Copyrights © 2025