Merokok merupakan salah satu penyebab utama kematian yang dapat dicegah, tetapi masih menjadi tantangan serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia. Prevalensi merokok pada usia ≥15 tahun tercatat 28,26%, dengan tren meningkat pada remaja. Masalah ini memicu penyakit kronis seperti kanker paru, penyakit jantung, stroke, serta menimbulkan beban ekonomi signifikan. Selain risiko medis, persoalan merokok juga relevan dari perspektif nilai-nilai Islam yang menekankan prinsip pencegahan mudarat (la dharara wa la dhirar) dan perlindungan jiwa (hifzh al-nafs). Kajian ini bertujuan meninjau dampak medis merokok dan nilai-nilai islam terkait larangan merokok. Penelitian ini merupakan kajian narrative review yang disusun mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Literatur dikumpulkan secara sistematis melalui PubMed, Scopus, Google Scholar, dan Garuda, dengan batas terbit 2009–2025. Dari 138 artikel awal, 20 artikel dipilih untuk analisis tematik yang membahas dampak medis dan perspektif nilai-nilai Islam. Sintesis menunjukkan bahwa pendekatan pengendalian tembakau berbasis bukti medis perlu diintegrasikan dengan strategi nilai-nilai agama untuk mendukung perubahan perilaku perokok. Hal ini dinilai lebih kontekstual dan efektif dalam masyarakat Muslim. Penelitian ini merekomendasikan edukasi publik yang sensitif budaya, penguatan kampanye dakwah kesehatan, serta kebijakan harga dan larangan iklan rokok yang ditegakkan secara konsisten untuk melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.
Copyrights © 2025