Konsep waktu menjadi salah satu tema penting dalam kajian sains dan Islam. Fisika modern melalui teori relativitas khusus dan umum yang dikemukakan Einstein menjelaskan bahwa waktu bersifat relatif terhadap kecepatan dan gravitasi, bukan entitas mutlak sebagaimana pandangan klasik Newtonian. Sebaliknya, Al-Qur’an telah mengisyaratkan relativitas waktu melalui ayat-ayat seperti QS. Al-Hajj 47, QS. As-Sajdah 5, dan QS. Al-Ma’arij 4 yang menunjukkan perbedaan dimensi waktu antara manusia dan ketetapan Allah. Penelitian ini bertujuan mengungkap titik temu antara teori relativitas Einstein dan pandangan Qur’ani untuk memperkuat integrasi antara sains modern dan Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis sumber primer teori fisika, tafsir Al-Qur’an, dan artikel ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa keduanya menolak konsep waktu absolut dan menekankan sifat relatif waktu, meskipun berangkat dari dasar epistemologis yang berbeda. Temuan ini berkontribusi dalam pengembangan filsafat ilmu berbasis integrasi Islam dan sains serta memberikan perspektif baru bagi pendidikan Islam kontemporer.
Copyrights © 2025